Githa Kartika Kusuma Wardhani | 1A113739
1KA24
Agama dan Masyarakat
Sesuai dengan Undang-Undang 1945,Negara
Indonesia bebas untuk memilih agama dan kepercayaannya masing-masing. Yang kita
ketahui agama itu merupakan upaya manusia untuk mengaitkan dan menyesuaikan
seluruh hidupnya dengan tata tertib, hukum serta peraturan Ilahi. Sehingga
relasi dengan yang Ilahi, manusia dan alam dapat berjalan dengan baik dan
tertib.
Nilai agama yang dipendam dalam diri kita
sangatlah berperan penting dalam bermasyarakat. Nilai agama disini sebagai
sumber moral. Konflik agama dalam masyarakat
itu dipicu oleh banyak hal. Di Indonesia sendiri sering terjadi konflik antara
umat beragama yaitu, terjadinya perbedaan pemahaman, pelecehan antar agama,
peperangan antar agama dll. Ini semua terjadi akibat banyaknya agama yang
dianut oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat tidak saling menghargai satu sama
lainnya. Contohnya adalah kasus pelarangan pendirian rumah ibadah jemaat GKI
Taman Yasmin Bogor. Dimana pemerintah daerah dan pusat, politisi serta aparat
keamanan membiarkan pelarangan itu terjadi. Sehingga terjadi kerusuhan dan
keresahan bagi merek yang sedang mejalani peribadatan. Dan sekarang ini
upacara-upacara keagamaan sangat berkurang. Karena mereka takut akan ada yang
mengganggu atau membubarkan acara keagamaan tersebut.
Agama sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat
termasuk masalah konflik didalamnya. Walaupun ada bagian konflik yang
mengatasnamakan agama. Sangat sulit untuk menyelesaikan konflik dengan agama,
karena agama yang mereka anut berbeda-beda. Agama merupakan pedoman hidup bagi
masyarakat. Sebagai masyarakat beragama, kita dituntut untuk belajar dan
melakukan toleransi beragama. Dengan bertoleransi kita dapat mengkokohkan imam,
mempererat tali persaudaraan, menjaga keharmonisan. Contoh toleransi disini,
tidak mengganggu peribadatan agama lain, saling menghormati dan
berpartisipasi. Sebagai masyarakat yang
memeluk suatu agama sebaiknya dapat memahami apa arti sebuah agama dan manfaat
dari agama itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar