1A113739
2KA24
CIRI - CIRI, UNSUR DAN TEORI
ORGANISASI
Teori organisasi bukanlah merupakan suatu dogma, dan juga
bukan teori yang memiliki kebenaran mutlak. Dari berbagai teori yang
dikemukakan oleh para ahli tidak satupun yang memiliki kebenaran mutlak
sehingga masing-masing teori berdiri sendiri. Namun demikian berbagai teori itu
saling isi atau saling melengkapi karena masing-masing ahli menggunakan sudut
tinjauan sendiri-sendiri.
Pada Post saya sebelumnya, telah di jelaskan pengertian
mengenai organisasi. Sekarang saya akan menuliskan mengenai ciri-ciri dan unsur
dari organisasi.
Ciri-Ciri
Organisasi
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari
sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus
ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi
tugas-tugas
Unsur-unsur
Organisasi
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur
tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
1.
Sebagai
Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan
suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu
tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi
orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak
mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan. Dalam pengertian umum,
maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai
tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi
mahasiswa dan sebagainya.
2.
Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain
merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar
dua orang.
3.
Jelas
tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka
tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang
lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan
sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik
mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara
yang satu dengan yang lain.
4.
Ada
tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan
mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi
organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan
yang baik tetapi organisasi tidak baik.
Organisasi juga mempunyai unsur-unsur pendukung agar bisa
berjalan dan terlaksana, berikut unsur-unsur organisasi :
1.
Man
Man (orang-orang), dalam
kehidupan berorganisasi sering disebut dengan istilah pegawai atau personel.
Pegawai atau personel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang
menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator)
sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin
suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja.
2.
Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh
karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya
dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja secara bersama-sama
merupakan kekuatan manusiawi organisasi.
3.
Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau
sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau
yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus
dikerjakan.
4.
Peralatan (Equipment)
Peralatan yang terdiri dari
semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya
(tanah, gedung/bangunan/kantor).
5.
Lingkungan (Environment)
6.
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial,
budaya, ekonomi, dan teknologi, strategi, anggaran dan peraturan-peraturan yang
telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu.
Teori Organisasi
1. Teori
Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik
berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum
digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan
tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural
yang kaku tidak mengandung kreativitas.
Teori Klasik
berkembang dalam 3 Aliran:
a. Teori
Birokrasi
Dikemukakan
oleh MAX WEBER. Istilah BIROKRASI berasal dari kata Legal disebakan adanya
wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara
jelas. Sedangkan Rasional karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber yaitu: Pembagian kerja,
Hirarki wewenang, Sistem Prosedur dst
b. Teori
Administrasi
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol,
Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika. Henry
Fayol pada tahun 1841-1925 mengemukakan
dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori
administrasi diantaranya Pembagian kerja, Disiplin, Rantai scalar, Aturan,
Keadilan dst. JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931) Menerbitkan sebuah buku
ONWARD INDUSTRY inti dari pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan faktor
terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan
dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah Prinsip Koordinasi, Prinsip
Skalar & Hirarkis, Prinsip
Fungsional
c. Teori
Manajemen Ilmiah
Dikembangkan
tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR. Definisi Manajemen Ilmiah adalah Penerapan
metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi atau Seperangkat
mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja.
2. Teori
NeoKlasik
Aliran yang
berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan
manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori
merupakan
penyempurnaan
teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social
karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”. Dalam pembagian kerja
Neoklasik memandang perlunya Partisipasi, Perluasan kerja dan Manajemen bottom
up
3. Teori
Modern
Teori ini
muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu
klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa
Sistem” atau “Teori
Terbuka” yang
memadukan antara teori klasik dan neoklasik. Teori Organisasi Modern melihat
bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan
tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan
lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang
berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survive atau dapat bertahan hidup
maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar