Githa Kartika Kusuma Wardhani | 1A113739
Manusia dan Kebudayaan
Manusia
(Human)
• Manusia sebagai makhluk raga dan jiwa
Atas dasar tinjauan manusia sebagai makhluk monodualisme, maka
pendidikan akan menyelaraskan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan baik yang
menyangkut kebutuhan-kebutuhan jasmaniah maupun kebutuhan rohaniah dipenuhinya
secara selaras dan seimbang. Selaras dan seimbang dalam arti
kebutuhan-kebutuhan jasmaniah/hewaniah dipenuhi dengan
pertimbangan-pertimbangan benar dan salah, indah dan tidak indah, baik dan
buruk. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan ini dilaksanakan atas dasar
pertimbangan-pertimbangan tersebut sehingga diharapkan orang dapat terpenuhi
kebutuhan jasmaniahnya tanpa meninggalkan pertimbangan-pertimbangan baik atau
buruknya dalam memperoleh sesuatu untuk kepentingan jasmaniah tersebut.
• Manusia sebagai makhluk individu dan sosial
Sebagai makhluk individu dan sosial manusia hendaknya saling
menghargai dan menghormati, saling memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini
individu hendaknya diperlakukan oleh kelompok sebagaimana dia memperlakukan
kelompoknya.
Pendidikan akan memberikan petunjuk/pengarahan agar di dalam
hidup manusia perlu dipenuhi kebutuhan individunya tanpa mengabaikan kebutuhan
orang lain. Sebaliknya kebutuhan kelompok dipenuhi tanpa menelantarkan dirinya
sendiri. Di samping itu di dalam hubungannya dengan orang lain (kelompok)
individu adalah punya hak dan tanggung jawab yang harus diakui oleh kelompoknya
demikian juga kelompok yang punya hak dan tanggung jawab yang harus diakui oleh
individu. Jadi kebutuhan-kebutuhan itu ataupun perlakuan-perlakuan itu
terpenuhi secara selaras dan seimbang baik individu maupun kelompoknya.
• Ditinjau dari monodualisme pribadi berdiri sendiri dan
makhluk ciptaan Tuhan
Pendidikan akan menyadarkan kepada manusia bahwa apa-apa
yang direncanakan ataupun yang dicita-citakan tidak sepenuhnya berkat usaha
manusia itu sendiri tetapi Tuhan ikut menentukannya. Dengan demikian maka
pendidikan akan mendorong manusia dalam berusaha untuk mencapai sesuatu yang
disertai dengan permohonan kepada Tuhan. Jadi manusia harus taqwa pada Tuhan.
Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa manusia
merupakan suatu kesatuan dari tujuh unsur/ dimensi yang merupakan kesatuan yang
saling terkait dan bekerja sama dalam mencapai tujuan (hidup). Ketujuh unsur
tersebut dapat dirunut sebagai berikut: Manusia sebagai makhluk yang berdimensi
raga dan berdimensi jiwa. Jiwa terdiri dari tiga hal, yaitu cipta, rasa, dan
karsa. Manusia sebagai makhluk yang berdimensi individu dan berdimensi sosial.
Manusia sebagai makhluk yang berdimensi pribadi dan makhluk Tuhan. Ketujuh
dimensi tersebut disebut sebagai dimensi hakekat manusia.
Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang
paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa
dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Tuhan menanamkan
akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka
masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu
agar mampu tetap hidup di bumi ini.
Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi
khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk
melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia
lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama
lain, berinteraksi dan saling berbagi.
Kepribadian
Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan
yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan
kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun
secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur
Tengah, dan Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang
dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia
sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang – orang dari wilayah lain sangat
suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling
tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih
tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah.
Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya
saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada
masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian
kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan
oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan
adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat
menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk
menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk
kepntingan masyarakat.
7 UNSUR
KEBUDAYAAN
1. Sistem Religi Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
2. Sistem
Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun
diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan
dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk
berorganisasi dan bersatu.
3. Sistem
Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan
pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda
pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
4. Sistem Mata
Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan
yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
5. Sistem
Teknologi dan Peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang –
barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan
manusia dengam makhluk hidup yang lain.
6. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga
berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan
sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
7. Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan
sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian
yang dapat memuaskan.
Wujud
Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
• Kompleks gagasan,
konsep, dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan –
gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya
dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.
• Kompleks aktivitas
Aktivitas manusia dengan lingkungan sekitar dalam kegiatan
sehari hari dari waktu ke waktu memunculkan sesuatu untuk diabadikan, difoto
dan juga diobservasi.
• Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan
menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan
dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.
Perubahan
Kebudayaan
Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :
- Sebab-sebab
yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan
jumlah dan komposisi penduduk
- Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Suatu Unsur
Kebudayaan Baru, Diantaranya :
• Terbatasnya
masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan
orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
• Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam
suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama
• Corak struktur
sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
• Suatu unsur
kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang
menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut
• Apabila unsur baru
itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan
kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Kaitan Manusia
Dan Kebudayaan
Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
- Eksternalisasi,
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya;
- Obyektivasi, proses
dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang
terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia,
- Internalisasi,
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia
mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar